Sunday, March 22, 2026

BERSAHABAT DENGAN DIRI

 

BERSAHABAT DENGAN DIRI


    Perjalanan menuju dalam diri ternyata sebegitu mengasyikkan. Berawal dari refleksi dalam diri...bahwa tubuh ini perlu dihargai, dicintai dan di peluk dan diberi apresiasi dengan kata-kata " Terima kasih tubuhku, kamu sudah berjuang sampai titik ini". Setelah hari akan berlalu...dan berjalan terus sampai kita berpisah antara raga dan jiwa ini. 

    Apa yang kulakukan dengan tubuh ini, aku selalu mengobrol dengan tubuhku setiap mandi, " Terima kasih TUHAN YESUS..untuk tubuh yang sehat ini, terima kasih tubuhku, terima kasih organ tubuhku dari ujung kaki sampai ujung rambut, terima kasih organ tubuh luar dan organ tubuh dalam...sehat-sehat ya hari ini..terima kasih kamu sudah berjuang hari ini....dst...

     Disaat aku sakit, aku menikmati sakitku..bahwa saat itu imunku lagi bertengkar, fight dengan virus yang ada dalam tubuhku...sedemikian rupa mereka berjuang mana yang menang ...aku merasakan itu dalam tubuhku ketika aku sakit radang tenggorokan yang parah, batuk setiap malam, tidak bisa tidur, flu datang, sakit kepala, demam, rasa lidah tidak enak makan..ya virus itu kurasakan begitu kuat untuk memenangkan pertempuran dengan imunku..walaupun obat-obat masuk dalam diriku..mereka semakin berjuang masing-masing untuk menang. Disaat itulah aku mulai mengajak bicara tubuhku....dan setelah aku berdoa malam sebelum tidur aku selalu mengatakan " Aku sehat, aku bahagia, aku hebat, aku dapat melakukan segalanya..terima kasih untuk kesembuhan tubuhku...." kulewati malam-malam panjangku walaupun sakit itu kurasakan ...

     Dalam sakitku..aku merasakan bahwa ini kesempatan untuk istirahat dari segala sesuatunya...biasanya aku yang tidak bisa diam melihat ketidakberesan...selalu ada saja yang kubuat.. sekarang harus tiduran dengan situasi yang tidak enak...namun kunikmati itu semua dalam kesendirianku....

    Ada pribadi yang menemaniku dalam suka dukaku...ada Ibuku yang selalu buatku ketawa dengan joke joke yang kulontarkan, bahkan ibuku memang gokil seperti anaknya ini..(hehe) cerewet, omel iya semuanya pokoknya....dan tak lupa dia yang selalu menemaniku dalam segala kerandomannya...(the best pokoknya terutama otaknya yg encernya ngalahin air (lebay) ) dia adalah 'rumah'ku untuk 'pulang'...sabar denganku (eh latihan sabar se sama aku..hehhe)..makasih ya pokoknya jangan bosen-bosen deh ku gangguin..hahahahah... 

    Tak henti-hentinya aku bersyukur pada-Mu ...terima kasih untuk sakit ini...terima kasih untuk istirahat ini...bahkan aku rindu untuk terima Diri-Mu dalam diriku....selama seminggu ini aku absen untuk terima Diri-Mu dalam diriku....dan kemarin Minggu aku terima Diri-Mu membuatku kuat kembali...

    Berdoa dengan jujur...buku itu sudah kubaca dengan reflektif...buku itu diberi dia yg baik hati.. dari dialah aku mulai menggeluti hobiku yang lama terkubur..yaitu MEMBACA...aku mulai membaca kembali apapun buku yang kuterima dengan tema apapun namun aku senang yang berurusan dengan psikologi manusia, membaca karakter orang, urusan spiritualitas, rohani yang mengarahkan aku untuk refleksi.., kesehatan, mencintai tubuh, menyembuhkan tubuh dari pikiran,  ..ketika membaca buku , pikiranku tenang, fokus, otakku direfreshing kembali...


    Sakitku ini kurasakan penyakit tahunan yang harus kulewati hahahah...sudah hafal sakitku ini...RADANG TENGGOROKAN KARENA VIRUS...ISPA (INFEKSI SALURAN PERNAFASAN ATAS)...sudah itu..gejalanya demam, sakit kepala, batuk, flu ...itu deh...sebelumnya memang salahku...ini dipicu awalnya aku mengurusi salah satu pegawai dan anaknya yang sakit ke dokter..akhirnya aku tertular. Tapi aku juga salahku ..ini merupakan kumpulan dari keseharianku yang tidak antisipasi..aku belanja di mall tanpa pake masker, menyiapkan segala sesuatunya sendiri dalam tugas dan kerjaku, lalu aku juga puasa hanya makan 1x sehari, dan tidak diimbangi minum vitamin, tidur larut malam, makan pedas2 (nyemil snack seblak yg pedes poll hehehhe 1 hari 1 cemilan padahal), minum es (minuman yg didinginkan baru kuminum), kalau makan gorengan sudah kukurangi... dan semua adalah salahku...padahal sudah kuimbangi dengan olahraga, angkat beban, dll tapi ternyata itu tidak cukup...aku harus semangat lagi untuk olahraga kan.....


    Ternyata dari itu harusnya aku belajar dari yang sudah-sudah kan..eh malah kena lagi kan...ya sudah lah sudah kunikmati sakit ini...sudah mulai pulih...di Tahun 2026 bulan Maret sudah kuterima heheh. Sudah ya tubuhku...seterusnya kamu harus sehat ...


#inmyoffice#


      





Thursday, July 27, 2023

HEART

Terkadang perjalanan itu tak semudah mengedipkan mata dalam sepersekian detik...perjalanan yang membuat manusia harus berjuang dengan segala keberadaannya. Seiring dengan perjalanan waktu, dunia ini, bumi ini semakin tua untuk dihuni oleh manusia. Namun dengan bertambah tua, manusia akan terus bergerak dan berubah. Manusia berlomba untuk menjadikan bumi ini dengan perubahan-perubahan pesat dalam berbagai bidang dan sisi manusiawinya. Mungkin kalau dihitung umur bumi ini tak ada manusia yang bisa menghitung secara pastinya. Hanya mengatakan bahwa bumi ini sudah tua. Bagi sebagian orang mungkin tidak penting sebuang angka bahkan memikirkan bumi yang dipijak ini. Manusia semakin tamak dan merasa diri menjadi Sang pencipta bumi ini. Bahwa masih ada yang melebihi dan melampaui alam semesta yang menghampar di bumi ini. Namun lagi-lagi ada sebagian manusia yang tak mengakui keberadaanNya. 

Memanusiakan manusia adalah sebuah perjuangan tersendiri bagi makluk yang bernama manusia. Keberadaannya bersama seluruh alam ciptaan memampukan manusia menjadi makluk yang paling tinggi nilainya. Sedihnya dengan nilai yang tinggi itu semakin kesini semakin tidak memartabatkan manusia lainnya. Banyak teknologi yang berlomba-lomba untuk memudahkan manusia tanpa harus kerja keras. Esensi manusia semakin berkurang hanya karena sebuah teknologi dan yang berhubungan dengan duniawi. Memang semakin maju peradaban manusia, seharusnya semakin maju pola pikir dan esensinya sebagai manusia, namun semakin tidak memartabatkan manusia. Nilai-nilai yang dibangun seharusnya menjadikan manusia semakin down to earth. 

Peristiwa demi peristiwa yang terjadi terkadang bahkan sering membuat hati miris, sedih dan prihatin. Sejak anak usia dini sudah kehilangan sebuah nilai yang seharusnya ditanamkan untuk memartabatkan manusia, memanusiakan manusia. Memang sejak jaman dahulu purbakala sudah ada banyak contohnya, pembunuhan manusia sudah tergambar jelas dalam peristiwa kain dan Habel. Tapi apakah Tuhan menciptakan manusia hanya untuk saling memusnahkan satu sama lain, sampai bangsa yang bernama manusia ini lenyap. Kisah sedih terus bergulir dengan berbagai cerita tak berkesudahan tentang perilaku manusia yang tak menghiraukan keberadaan Tuhan dalam hidupnya. Seakan-akan Tuhan tidak ada, tidak melihat semuanya, Tuhan tidak tidur. Terkadang memang Tuhan membiarkan bahkan tidak berbuat apapun, sehingga manusia seringkali protes. Padahal Tuhan Sang Maha mengetahui dan Maha segalanya itu tak perlu ada intervensi dari siapapun. 

Tuhan menciptakan manusia dengan tujuan untuk mengabdi, memuji dan memuliakan namaNya. Tugas manusia adalah saling memanusiakan manusia dan memartabatkan manusia. Namun tugas itu tidaklah mudah untuk jaman ini. Banyak kendala dan hambatan untuk melakukan tugas tersebut karena masih ada degradasi ukuran yang dibuat oleh manusia untuk menjadi manusia yang baik menurut ukurannya sendiri. Suka tidak suka, baik jahat, miskin kaya, rupawan buruk rupa, pintar bodoh, rajin malas  menurut ukurannya sendiri. Padahal esensi sebagai manusia ya harus wajib memanusiakan manusia...Manusia diciptakan secitra dengan gambar Allah, maka manusia satu dengan yang lain adalah manusia yang sama-sama secitra dengan Allah yang seharusnya hidup ketersalingan dalam hidup berdampingan. Tuhan juga menciptakan kejahatan dan kebaikan dalam diri manusia supaya bertumbuh beriringan. Manusia tidak bisa mencabut keduanya dari dirinya kecuali pada saatnya nanti Tuhanlah yang akan mencabut ciptaanNya sendiri. Hanya kadar prosentasenya kebaikan dan kejahatan pada setiap manusia tersebut  hanya dia dan Tuhan yang tahu. Hati setiap manusia tidak ada yang tahu. Hari ini bisa baik, sepersekian detik bisa menjadi jahat melebihi seorang Iblis/setan.

Untuk itu ketika masih hidup di dunia, marilah kita selalu berlomba-lomba minimal sadar dan menyadari tujuan aku sebagai manusia diciptakan apa. Sadar bahwa manusia harus saling menjaga hati masing-masing untuk berbuat baik dan benar. Ada pepatah mengatakan Hidup yang salah dimulai dari pikiran yang berMASALAH, Hidup yang benar dimulai dari pikiran yang BENAR dan Hidup yang berkualitas dimulai dari pikiran yang BERKUALITAS.



myofficeroom

Monday, June 26, 2023

RENDEVOUS SENJAKU


Perjalanan mimpi seuntai rasa
Gaung terbang renda bergulir
Meski asa menatap hamparannya
Senjaku merayap lembut mengalir

Titik  sejarah terlihat beku
Mengais daun kering terjatuh
Hempasan riak membentur kaku
Serukan kisi derita tersentuh

Bayang sekilas siluet hitam
Putih selembut kapas merekah
Sayup derap langkah menghujam
Jiwa rapuh sendu menjelajah

Haus embun menetes riuh
Serbuk tertiup resah gulana
Iringi dawai seruni berpeluh
Rendevous sang Penyair sirna




CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU....(PART 3)

CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU....... (PART 3) Novelku 

        Pandangan yang tidak biasa itu memandangku dengan tatapan aneh, namun tatapan itu penuh dengan senyum entahlah apa yang dipikirkannya.  Pagi itu kami bersenda gurau tanpa ada sekat. Menertawakan diri sendiri dan orang lain tidak menjadi soal. Suasana pagi itu memang gayeng sambil menghabiskan makanan yang dihidangkan. Setelah usai jamuan makan, kamipun berpencar dengan tugas masing-masing. Aku bertugas untuk menghantarnya ke depan...sambil berjalan, melihat-lihat sekeliling, kami bercerita satu sama lain...sedikit perkenalan, karena dia orang baru yang bertugas disini. 

        Seperti biasa, aku melakukan tugasku...tiba-tiba dia sebut saja si S jalan-jalan lewat depan ruanganku, dan duduk saja di depanku sambil main HP. Aku yang sibuk sempat melihat langkah dan bayangannya lewat. Kucoba mengecek siapa yang lewat, ah ternyata si S. Sedang apa rupanya dia disini, pikirku. Kucoba menyapanya, "Pagi S, memang tidak ada kerjaan disitu?" , jawabnya, " He..hehehhe...Ada kok,  sudah kukerjakan, aku hanya jalan-jalan orientasi tempat dan merenung sejenak, katanya". Jawabku, " Oh begitu...baiklah..hmm". Kubiarkan dia dengan keasyikannya, tapi pikirku modus kali tu orang...ah ada saja aneh. 

      Hari itu setelah selesai menyelesaikan tugasku, ada SMS masuk, "Nanti sore ngapain?"...ah ternyata dari S. Balasku, " Nanti aku sama temanku olga, memang kenapa?" Balasnya lagi, " Boleh ikut ga olga nya?". Kujawab, " Boleh silahkan...datanglah jam 4 sore, kumpul disini ya". "Baiklah" jawabnya senang. Sore itu aku memang janjian sama temanku untuk olga, sudah lama tidak olga dengan hobi yang sama. Setelah itu dia juga datang ikut olga sama kita.

           Hari-hariku seperti biasa dengan segala kegiatanku bersama yang lain dan tiba-tiba dia membantuku tanpa diminta. Aku tidak berpikir macam-macam. Kubiarkan saja seperti adanya. Kadang aku juga minta tolong dia , membantuku  untuk mengisi kegiatanku. Tapi terkadang juga kami jarang komunikasi. Suatu kali aku membantu temanku berjualan, dia datang sambil ngobrol dengan pembeli. Suatu kali aku harus mengirim sesuatu, dia juga yang mengantarku. Aku mau pulang dari kegiatan, dia bersedia mau antar.  Pertemanan itu membuat kami semakin dekat, walaupun aku menganggap biasa karena jarak usianya yang selisih 5 tahun dariku. Melihat kekonyolannya dan terkadang tidak habis pikir dengan apa yang dilakukannya.

            Setelah beberapa bulan berlalu, pagi itu ada SMS masuk, "Sepertinya aku harus omong samamu" . Ternyata dari S. Kubalas, " Memang ada apa, omong ya omong saja...". Komunikasi pagi itu membuatku berpikir, apa lagi yang harus kulakukan. Selama ini memang dia selalu menunjukkan gelagat aneh menurutku. Semua orang dan anak-anak muda senang dengan kehadiran S. Tapi dalam benakku saat ini aku mulai merunut apa yang dia lakukan padaku. Yang dia lakukan untukku ada udang dibalik batu rupanya. Ya, begitulah dia mengatakan bahwa selama ini ketika mengenalku pertama kali ada perasaan yang membuat hatinya berdebar. Perasaan yang  belum pernah dia temukan selama ini. Kebersamaan dan komunikasi denganku membuatnya nyaman dan katanya aku terasa berbeda. 

            Hari itu dia mengatakan apa yang dia rasakan padaku. Kali ini aku jadi luluh begitu cepat. Heran juga apa yang terjadi padaku. Apakah karena bulan lahir kita sama, tanggal selisih 5 hari darinya dan tentunya bintangnya sama atau karena dia selalu ada ketika aku dalam kesulitan padahal aku tidak meminta atau memberitahunya. Lucunya dia selalu memantauku diam-diam. Saat itu dia pertama kali memberi aku boneka Teddy Bear coklat. Hari berganti hari, dia mulai aneh-aneh, komunikasi mulai tidak lancar, balas SMS selalu lama. 

          Hampir 6 bulan kami dekat dengan segala drama dan perang perasaan, tibalah hari itu datang. Si S harus pergi berpindah ke ibukota, aku tidak mau melihat perpisahan itu. Baginya juga tidak mau ada perpisahan dalam hidupnya tapi tidak ada pilihan. Aku tahu kalau dulu memang sudah punya pacar tapi sudah putus dan dia melanjutkan cita-citanya. Kali ini setelah kepergiannya, dan aku merasa komunikasi tidak lagi lancar , maka kuputuskan untuk mengakhirinya, awalnya dia kaget tidak mau, tapi karena LDR akhirnya dia pasrah. Namun kita masih berteman baik. Anehnya walaupun berteman, komunikasi lancar walaupun tidak selancar dulu. Namun setelah itu aku tidak berkontak lagi dengannya karena kesibukan masing-masing. 

        Sudah 4 tahun berlalu, aku mencoba untuk menyibukkan diri dengan tugasku. Sampai berita itu terdengar di telingaku. Tak ada berita apapun darinya langsung. Hingga suatu hari aku bisa berkontak dengannya. Dia menceritakan semua yang terjadi dan aku memakluminya. Komunikasi dengannya seperti biasa dibumbui dengan kekonyolan yang serba receh. Dia masih menghargai aku  dan masih mau bercerita padaku.  Berita yang kudengar mungkin bisa salah atau benar hanya Tuhan yang tahu. Aku tidak mau memusingkan dengan perkara-perkara yang bukan urusanku. 

         Komunikasi dengannya masih berjalan walaupun tidak seintens dulu. Tiba-tiba di bulan ultah kita yang sama, dia mengontakku, " Hai..mau hadiah ultah apa nih?" kubalas, " Ah tidak usah repot-repot sudah cukup". "Tidak apa-apa, mau kubelikan sepatu ya atau pakaian? " tanyanya lagi. Balasku,"Tidak usah, kamu memang mau memberi beneran?".  Jawabnya, " Ya iyalah masa kamu tidak percaya sih...mau apa?". Balasku, " Baiklah kalau kamu memaksa, belikan buku cerita yang lucu atau yang inspiratif saja heheheh...kataku". Akhirnya setelah 3 hari berlalu, 3 buku sudah tiba dan kuterima. Aku bilang terima kasih padanya bahwa bukunya sudah kuterima. Komunikasipun terputus sejak itu. 

            Suatu ketika, aku ada waktu senggang untuk iseng telepon dia atau video call dia. Namun tidak diangkat. Kadang dibalas dengan kata maaf sibuk. Aku tidak mempermasalahkan karena aku iseng saja. Akhirnya aku bergelut kembali dengan kesibukanku. Tahun berganti tahun, tiba-tiba WA masuk di HP ku, " Aku mau kirim sesuatu untukmu ya". Dari S. Ku balas, " Apa lagi, sudah cukup...terima kasih tidak usah, kataku. Entahlah 3 hari kemudian paketan itu datang dari S. Begitulah walaupun punya kesibukan dia masih membuat kejutan-kejutan untukku. 

            9 tahun berlalu sejak kedekatan dan lanjut dengan pertemanan kita. Banyak hal yang membuat kita terkadang diskusi tentang banyak hal. Akhirnya suatu ketika dia mulai membuat pengakuan padaku. " Halo, kenalkan aku  Mikhael tante..." WA yang masuk dengan foto seorang anak bersamanya. Kuliat dari S. Kubalas dengan sedikit bercanda, " Hai, lucu anak ini...keponakanmu ya?" balasku. Jawabnya, " Bukan, ini anakku...". Balasku kembali, " Ah yang bener, jangan bercanda ah...beneran anakmu? dengan nada kaget, heran. Balasnya, " Beneran..."....Akhirnya dia mulai menceritakan yang sebenarnya padaku. Selama ini dia takut untuk menceritakan ini padaku, takut kalau aku tidak mau berkomunikasi dan tidak mau lagi berteman dengannya. Kujawab, " Oh begitu ya...kalau itu keputusanmu dan membuat kamu bahagia kenapa tidak, aku tetap menjadi teman yang baik karena hidup seseorang tidak bergantung dari orang lain tetapi dari keputusannya dalam mencari kebahagiaan, tetapi mengapa saat itu kamu tidak menceritakan padaku yang sebenarnya sehingga aku tidak mengganggumu lagi". Balasnya, " Terima kasih ya, sudah mau mengerti...sekarang aku lega." Saat itu perasaanku berkecamuk, antara sedih dan bahagia. 

          Namun itulah hidup, ternyata selama itu S selalu menyalurkan hobinya dengan naik gunung loncat sana sini, pernah aku diajaknya, tapi selalu terbentur dengan waktu. Setelah itu dia mencari pekerjaan dan akhirnya mendapatkan pekerjaan yang cukup baik dan ada masa depan. Akhirnya dia menemukan istrinya secara tidak sengaja karena sama-sama orang yang mandiri dan independent. Istrinya yang beda suku dengannya setuju untuk membangun hidup bersama dengan umur yang bagi seorang perempuan sudah terlambat untuk menikah.  Foto-foto pernikahannya diperlihatkan padaku dan anak yang lucu dan ganteng itu mirip sekali dengan wajahnya. Sejak saat itu komunikasi kita sebatas say hello saja, tanpa panjang lebar., terkadang juga dia  menceritakan  dan mengatakan padaku bahwa anaknya cukup satu dan terakhir karena sudah sepakat dengan istrinya. 
Berbahagialah S...jalani hidupmu dengan setia dan bahagia ....doaku...  


        

 

CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU...(PART 4)

 CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU...(PART 4) NOVELKU

TAK INGIN USAI  (Kesya L) 

BerdiriKu memutar waktuTeringatKamu yang dulu
Ada di sampingku setiap hariJadi sandaran ternyamanSaat ku lemah saat ku lelah
TersadarKu tinggal sendiriMerenungiSemua yang tak mungkin
Bisa ku putarkan kembali s'perti duluKu bahagia tapi semuanya hilang tanpa sebabKauhentikan semuanya
Terluka dan menangis tapi ku terimaSemua keputusan yang telah kau buatSatu yang harus kau tahuKu menanti kau tuk kembali
Jujur ku tak ingin engkau pergiTinggalkan semua usai di siniTak tertahan air mata iniMengingat semua yang t'lah terjadi
Ku tahu kau pun sama s'perti akuTak ingin cinta usai di siniTapi mungkin inilah jalannyaHarus berpisah 


        Setelah selesai berdoa, menunggu banyak orang untuk pulang, aku bertahan sebentar sebelum keluar gereja. Di luar gereja aku bertemu dan bersalam-salam dengan banyak orang. Tak luput dari pandanganku, aku ikut bersalaman dengannya. Aku melangkahkan kakiku menuju parkir, sambil melihat sekeliling, dia sempat melihatku. 

        Perjumpaan pertama itu kulupakan. Setelah beberapa hari berlalu, aku bertemu lagi dengannya. Sebut saja si U, kita omong-omong tentang asal dll. Ah ternyata sama-sama dari daerah yang sama. Akhirnya sejak itu kita sering berkomunikasi. Komunikasi sejauh say hello dan bisa dihitung dengan jari. Hari itu dia WA, "Yuk jalan-jalan.." Balasku, "Kemana memang?". Balasnya, " Beli tanaman ke atas.." Balasku, " Baiklah, nanti aku sama temanku ya". Jawabnya, "Ok". 

        Hari itu kami bertiga jalan-jalan mengantar dia beli tanaman sambil liat view yang segar dan hijau. Ah pemandangan yang indah dan bagus. Sebelum beli tanaman ternyata dia mengajak kita jalan-jalan ke candi dan foto-fotolah kami disana. Setelah itu kami melanjutkan beli tanaman.  Melihat suasana yang indah smabil menunggunya liat-liat tanaman, aku dan temanku mencoba masuk tempat wisata tapi tidak jadi karena harus membayar. Setalah selesai kami pulang. Dalam perjalanan dia menyuruh kami beli buah yang disuka di pasar pinggir jalan. Dia memberikan amplop angpao merah untuk membayar. Pikirku, " Percaya amat nih orang samaku". Setelah memilih-milih buah alpukat, kami pulang.  

       Sejak pertemuan itu, komunikasiku lancar sama dia. Setelah beberapa hari berlalu kita sama-sama sibuk dengan kesibukan masing-masing. Tiba-tiba WA masuk, " Yuk jalan-jalan, kan kamu belum pernah liat gereja ini kan?"  Balasku, " Iya memang, mau kesana?" . Balasnya, " Iya yuk...".  Setelah itu kami jalan-jalan lewat depan gereja itu dan berhenti sejenak. Tiba-tiba dia bilang," Aku mau omong"..Jawabku, "Ya omong saja susah amat.." Setelah itu dia bilang sesuatu, tapi aku mengabaikannya. Aku bilang harus jelas dunk. Setelah pulang , malamnya dia mengatakan lagi, aku bilang kalau belum jelas, omong kosong, abaikan. 

       Sejak hari itu dia tidak membahas pembicaraan lagi, tapi beberapa hari kemudian dia telepon dan VC. Dia mengatakan 3 kata ajaib, tapi aku merasa mungkin dia terpaksa mengatakan itu tapi kubiarkan saja. Hari-hari berlalu komunikasi dengannya lancar. Hari-hariku sering jalan dan kuliner sama dia karena kesibukan masing-masing. 

         Tahun berganti tahun, peristiwa demi peristiwa semua kulalui bersamanya. Antar jemput walaupun tidak sering tapi dia sangat membantuku dalam kesulitan dan semua kebutuhan yang kuperlukan.  Si U orangnya santai, tenang, tapi kalau lagi jengkel atau marah bisa nadanya tinggi. Kadang aku hanya diam dan malas menanggapinya. Sekalinya ngambek tidak dituruti, diam cuek seribu bahasa. Terkadang aku buat yang lucu-lucu supaya bisa tertawa dan mengembalikan moodnya. Tak terasa kita dekat hampir kurang lebih 5 tahun. 

         Suatu hari dia tidak bisa dihubungi, di telepon atau di WA tidak merespon, takutnya dia sakit. Memang untuk komunikasi dia kalau tidak mood tidak akan membalas. Silent treatment menjadi senjata andalannya dan sudah hapal. Kali ini sudah tidak bisa dihubungi dan menghilang begitu saja tanpa ada kata-kata. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengganggunya lagi walaupun aku butuh penjelasan namun tidak akan pernah kudapatkan. Perasaanku otomatis campur aduk nano-nano. Tapi sudahlah semua sudah berlalu, walaupun kenangan bersamanya tak bisa kulupakan. Terima kasih untuk semuanya, semoga kamu bahagia. Semoga harapanku tidak akan bertemu kembali dengannya, tapi aku sudah memaafkannya.  

        

Tak Segampang itu (Anggi Marito)

Waktu demi waktuHari demi hariSadar ku t'lah sendiriKau t'lah pergi jauhTinggalkan dirikuTernyata ku rindu

Senyuman yang s'lalu membungkus hati yang terlukaDi depan merekaTuhan masih pantaskah ku ‘tuk bersamanyaKarna hati ini inginkannya
Tak segampang itu ku mencari penggantimuTak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimu cintaKau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamuMengapa kau memilih untuk berpisah
Terlalu besar kutaruh harapan pada dirimuItu alasanku lama tanpa dirimu Mereka yang bilang ku akan dapat lebih darimuTak mungkinSemua itu tak mudah 
Ku mencari penggantimuTak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimuOh cintaKau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamuMengapa kau memilih untuk berpisah
Ku mencari penggantimu Sosok seperti dirimu cintaKau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamuMengapa kau memilih untuk berpisah

Sunday, May 28, 2023

CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU...(PART 2)

 CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU...(PART 2) Novelku


        Siang itu, kami menjemput sebut saja si R dan mengantar si R ke kost nya. Setelah kenalan dan tahu nama masing-masing kami pergi pulang. Hari itu seperti biasa, aku menerima tamu dengan sukacita...siang itu kedatangan banyak tamu di rumah, diantaranya ada juga yang masih studi. Salah satunya ketemu lagi dengan si R. "Selamat datang ya..sdh kerasan ?" tanyaku dengan senyum ramah. Jawabnya, " Yo dikrasan-krasan no, le ora yo pindah" dengan bhs jawa yang medok dan sedikit malu-malu. Setelah menjamu mereka, kami sibuk ngobrol sana sini di ruang tamu rumah, ada juga diantara mereka yang kukenal sehingga bisa ber haha hihi. Cerita berlanjut, si R minta nomer Hpku, akhirnya kita bertukar nomer. Tambah lagi teman pikirku. Setelah selesai acara, waktunya mereka berpamitan pulang. 

            Beberapa hari kemudian, tiba-tiba SMS masuk.."Apa kabar?"...kuliat ."Oh dari si R". jawabku, "Baik R...bagaimana enak tidak penyesuaian makanan dan sikon yang ada?" Balasannya, " Ya sebenarnya tidak suka tapi ya gimana lagi...bagaimana denganmu?" tanyanya kembali.  Kubalas, " Ya beginilah, terkadang krasan, terkadang tidak...". Percakapan siang itu hanya haha hihi saja...ringan saja. 

       Si R adalah mahasiswa yang menurutku cerdas otaknya dan orangnya introvert banget..dia melanjutkan studi doktoralnya disini. Usianya selisih 5 tahun di atasku membuat dia lebih matang dan dewasa dalam bertindak. Walaupun introvert, syukurlah dia dapat menyesuaikan sikon yang ada. Pada suatu hari dia bercerita mau pindah dari kosnya yang lama karena berisik tidak bisa belajar dengan baik. Akhirnya dia pindah kos yang tidak jauh dari kampusnya. Dia masih satu kos dengan yang lain walaupun tidak terlalu banyak mahasiswanya yang tinggal di kos barunya. Hari-harinya diwarnai dengan ketekunan studinya. Begitu juga komunikasinya denganku. 

      Suatu hari, kami ada acara di rumah, mereka diundang dan datang ke rumah. Diantaranya tak ketinggalan si R. Misa sederhana dan ramah tamah. Ternyata diam-diam dia mulai memotret candid ketika aku tugas dan pas ramah tamah. Hasilnya di kirim ke aku. Tak bilang terima kasih padanya. Komunikasinya denganku bisa dihitung dengan jari karena aku tahu kesibukannya sebagai mahasiswa.  

          Keseharian dan aktivitasku yang membuat aku juga lupa untuk komunikasi dengannya. Setelah beberapa bulan berlalu, kesibukan yang membuat aku merasa 'kacau', 'babak belur' dan membuatku mulai putus asa. Aku butuh teman bicara. Akhirnya dalam kesesakan dan kegalauan yang sangat aku memberanikan cerita pada si R. Aku mengatakan padanya bahwa saat ini aku merasa putus asa. " Apakah enak ya mati muda ?"...Jawabnya, "  Kenapa? apa yang kamu rasakan?" setengah kaget. Percakapan malam itu membuatku bersemangat kembali karena dukungan dan nasehatnya. Setelah hari dan bulan berlalu, aku berpamitan untuk kembali pulang. Dia masih menyelesaikan studinya disana.

       Aku memulai hari dan tugas baruku dengan sukacita. Tiba-tiba SMS masuk di Hpku, " Hai...apa kabar?..ah ternyata si R rupanya. Dengan senang kubalas SMSnya, " Baik kakak... apa kabar disana? Bagaimana studinya lancar?". Jawabnya, " Baik dan sehat dek, studiku ya masih berlangsung. doakan lancar ya.".  Balasku, " Syukurlah, ya baik tak doakan beres" kataku. Percakapan malam itu hanya say hello dan menanyakan kabar masing-masing. 

        Komunikasi dengannya mulai intens, karena dia mulai bercerita kembali apa yang terjadi dengan sikon yang ada, studinya dan macam hal. Kudengarkan ceritanya, tertawa bersama dan terkadang hal yang receh harus didiskusikan. Suatu malam dia mulai mengatakan padaku perasaannya selama ini. Aku yang merasa tidak "ngeh" ini seperti bertanya-tanya dalam hati. Ada apa gerangan yang terjadi. Aku mulai merasakan ada yang aneh merasukinya. Dia mengatakan dan bercerita bahwa sejak pertama kali berjumpa dan ngobrol denganku tumbuh perasaan yang berbeda. Perasaan yang tidak biasa dia rasakan selama ini. Ketika ngobrol denganku dia merasa nyaman dan merasa didengarkan. Tumbuh perasaan untuk lebih sebagai kakak dan adek. Ah..lagi-lagi kuterima perasaan yang seperti itu...awalnya aku senang punya kakak yang bisa diajak diskusi tentang apapun. Setelah mendengarkan dan merasakan apa yang dia rasakan, aku mulai mengerti dan diam saja. 

       Percakapan malam itu sudah kulupakan tanpa mengatakan iya atau tidak menerima perasaannya padaku. Kulalui hari-hariku dengan sukacita.  Setiap hari dia mulai komunikasi denganku..entahlah ...seperti biasa aku tetap menjalani dengan tidak terjadi apa-apa. Akhirnya aku luluh juga menerima perasaannya. Kami mulai dekat tapi LDR. Suatu kali dia mengatakan padaku, kalau dia melihat ibu hamil di kampusnya lewat. Dia teringat padaku, dan mengajak aku menikah. Kata-katanya yang lembut itu membuatku luluh tapi kujawab tidak usah dipikirkan.

        Dia sudah menyelesaikan studinya dan kembali pulang. Perjumpaan dan pertemuan kita bisa dihitung dengan jari. Setelah drama bertahun-tahun berlangsung, mulailah komunikasi dengannya tidak seintens dulu, dia sibuk dengan tugasnya mengajar dan aku juga sibuk dengan aktivitasku. Sudah 9 tahun kami dekat tapi karena LDR., mulai kuabaikan pikiran dan perasaanku padanya. Tanpa ada kata berpisah , kami akhirnya bebas menjadi teman kembali seperti biasa. Kami menjalani hidup kami masing-masing tanpa harus menyakiti. Kebebasannya dan kemandiriannya membuatku merasa  bersyukur bahwa cinta tidak harus memiliki. Terima kasih untuk 9 tahunnya...banyak hal yang kupelajari darimu.  

CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU ......(Part 1)

 CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU.....(Part 1) Novelku 


Kutemui dia sebut saja si O dan mengatakan kepadaku, " Aku pingin jadi Romo" katanya. Setelah sekian lama berlalu ...akhirnya dia mewujudkan mimpinya itu dengan bangga..."Datang ya ke acara penjubahanku..."  . Akhirnya kuliat dia gembira menerima jubah itu, kelihatan bersinar dan gagah dengan jubah itu. Kuberikan selamat atas penerimaan jubah itu...dengan senyum mengembang, kami bersalaman, kukatakan padanya, " Semoga setia sampai akhir ya..." jawabnya, .."terima kasih kakak, doakan ya...". Acara itu sederhana dan sakral..banyak yang dihadiri orang tua, namun tak kuliat orang tuanya ada diantara mereka, namun dia tetap bersukacita membaur dengan teman-temannya dan para undangan lainnya. 

Setelah acara itu, waktu terus berjalan, dia tetap berkomunikasi denganku, segala curhatan, pergumulan dan perjuangannya selalu diceritakan padaku. Aku sudah  dianggapnya kakak perempuan yang bisa mengerti dia dan mendengarkan dia. Maklumlah dia adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Dia mempunyai adik perempuan yang dulu pernah menjadi muridku. Aku juga sudah mengenal keluarganya sehingga tak membuatku canggung atau asing di tengah keluarganya yang sederhana. 

Waktu terus berlalu, sampai akhirnya aku harus berpindah dari kota ke kota mengikuti tugas  yang harus kuterima dari kantor. Hampir 2 tahun sudah aku sudah membimbingnya dalam setiap pergumulan dan perjuangannya menjadi seorang calon Romo. Aku bersyukur bahwa banyak hal yang berkembang dalam dirinya. Kuliahnya yang menguras energinya mau tidak mau harus diselesaikan dengan susah payah. Suatu ketika dia mengatakan " Aku kesulitan membuat skripsi, tapi aku bersyukur dibantu teman-temanku", katanya. Jawabku, ...Syukurlah, kamu harus tetap semangat ya, tekuni itu dan selesaikanlah...pasti akan selesai skripsimu". Setelah berjibaku dengan skripsinya, akhirnya dia dapat menyelesaikan dengan baik dan lancar, pembimbingnya yang katanya 'killer' akhirnya meluluskan dia dengan nilai yang memuaskan. Aku ikut senang dengan kerja kerasnya. Satu tahap dia bisa melewatinya dengan baik dan lancar. 

Tibalah dia harus menjalankan perutusan tugas TOP yaitu Tugas Orientasi Pastoral. Dia mendapat tugas di daerah sebut saja kota K. Aku merasa senang bahwa tugasnya kali ini,  dia lebih menikmati dan mengubah cara pandangnya dalam berpastoral. "Kk, aku merasa tertantang dengan segala tugas yang diberikan, disisi lain aku harus berpikir bagaimana harus menghadapi sikap Rm pembimbingku yang notabene "seperti itu" katanya."  Jawabku," sabarlah, setiap orang harus berproses, kita bisa berkembang kalau ada tantangan dan rintangan. Namun yakinlah Tuhan tidak akan memberikan cobaan melebihi kekuatan kita. Hidupku juga tidak mulus dan lancar-lancar selalu. Kamu harus berjuang bagaimana bisa hidup bersama orang yang tidak bisa 'klik' denganmu, disitu kamu harus belajar sabar dan rendah hati untuk memahami setiap pribadi yang hidup bersamamu. Semakin 'hidup' kamu akan banyak belajar dari semua peristiwa untuk bekal dalam perjalanan panjangmu sebagai calon Romo dan akan menjadi Romo dengan tugas yang tidak mudah..jawabku." Katanya kepadaku, " Aku sudah berusaha namun ternyata aku harus banyak berbenturan karenanya. Bisakah aku bisa bertahan kakak?". Jawabku, " Bisa selagi kamu mau berjuang dan tekun setia...tapi kalau kamu belum berjuang dan mencoba dan mentok jadi jalan buntu tanpa ada solusi, kamu bisa mengatakan kepada Romo pembimbingmu, pasti akan dibantu masalahmu."

Selama 1 tahun berpastoral, dia akhirnya dapat dengan susah payah menyelesaikan TOP nya dengan baik. Perjalanan harus dilanjutkan, pembinaan terus diterima sebagai calon Romo. Setelah selesai S1 harus melanjutkan S2. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain. 

Tiba-tiba dia mengatakan padaku, "Kakak aku sudah tidak tahan, aku akan mengakhirinya". Kata-kata itu membuatku merasa bahwa panggilan seseorang tidak bisa dipaksakan. Panggilan itu misteri antara yang dipanggil dan Tuhan. Kuterima keputusannya dengan hati bebas walaupun aku tidak terlalu kaget dengan keputusannya. Dia memutuskan untuk tidak melanjutkan menjadi Imam. 

Sebelum ketemu aku, dia sudah berpacaran dan mengenal banyak cewek sampai memutuskan untuk jadi calon Romo. Aku rasa motivasinya waktu itu benar-benar matang untuk memutuskan "YA" mau masuk ternyata aku salah. Motivasi yang tersembunyi yang belum kusadari kutemukan dalam perjalanan hidupnya. Setelah kudalami dan kuanalisis, motivasinya adalah masuk menjadi calon imam sebagai batu loncatan agar dia dapat kuliah dengan gratis dan bisa mendapat gelar, karena aku tahu bagaimana keluarganya yang sederhana tidak bisa menguliahkan dirinya sebagai anak pertama. Sedangkan adiknya juga dapat kuliah dengan bantuan ikatan dinas.  

Dalam perjalanannya sebagai calon Romo dan kedekatannya padaku, pernah dia mengungkapkan bahwa dia mencintaiku. Tak pernah terlintas dalam pikiranku bahwa dia bisa mengatakan itu kepadaku. Jarak umur yang selisih jauh 9 tahun sudah kuanggap sebagai adikku sendiri. Namun entahlah apa yang ada dalam pikirannya. Dia berusaha untuk mau menikahi aku, namun kutolak dengan halus. Tak kukatakan alasannya, namun dia sudah tahu apa yang terjadi. 

Suatu waktu, aku harus berpindah ke tempat yang jauh, dia masih berkomunikasi denganku dengan segala pergulatannya. Aku masih mendengarkan dan menerima curhatannya. Aku juga merasa bahwa begitu bodohnya aku masih berusaha untuk membimbingnya dengan segala suka dukanya. Dan akhirnya waktu itu tiba, tanpa mengatakan apapun dia memutuskan keluar dan menjalin hubungan dengan seorang janda anak 1 perempuan. Aku hanya mendengar dan mengetahui dari adiknya dan dari medsosnya. Dia memutuskan untuk menikahi janda itu dan mempunyai 2 orang anak laki-laki. Awalnya dia mengatakan bahwa pacarnya itu mirip mukanya denganku dan dia tidak melupakan aku. Ah, sudahlah biarlah cerita sudah selesai disini...semuanya sudah berlalu...Setelah 13 tahun mengenalnya, kuakhiri untuk tidak bersua lagi dengannya.

Suatu hari, pagi-pagi buta , aku melakukan perjalanan kereta pagi, dia tiba-tiba telepon padahal nomornya sudah kuhapus dari HPku dan mengatakan " Apa kabarmu?"...kuterima telepon itu dengan berat, entahlah dalam hatiku ada rasa sedih hadir menahan airmata untuk tidak jatuh, "Halo...baik, ada apa?" dengan nada tak bersahabat. Jawabnya, " Santai saja ga usah marah, tiba-tiba aku  mimpi kamu sakit dan dirawat di RS, kamu sehat kan?". Jawabku, " Sehat dan baik-baik saja". Kawabnya, "Baiklah kalau sehat dan baik-baik saja, kuharap selalu demikian." . Kututup percakapan itu dengan rasa sedih, tapi kubiarkan rasa itu mulai berangsur-angsur menjauh. Itulah terakhir aku mendengar suaranya. Kututup semua cerita dan berita tentang dia. 

 Sekian lama purnama berlalu, tiba-tiba SMS masuk..."Kenapa aku tidak  bertemu denganmu?", kamu ga ikut acara? katanya. Memang nomernya dia hanya kuhapus belum kublokir. Aku mencoba menjawab, "Kenapa, aku memang tidak hadir, malas dan aku tahu kamu pasti hadir!". Jawabnya," Oh begitu, padahal aku hadir berharap dapat bertemu denganmu", katanya. Tak kubalas lagi SMS nya. Aku mulai memblokir nomernya. 

Aku berharap bahwa tidak akan lagi bertemu dengannya dan aku hanya bisa mendengar dan melihat dari medsosnya bahwa dia berusaha untuk menghidupi keluarganya dengan kerja keras dan bertanggung jawab. Syukurlah...Berbahagialah...dalam hatiku.... 

 

 



BERSAHABAT DENGAN DIRI

  BERSAHABAT DENGAN DIRI     Perjalanan menuju dalam diri ternyata sebegitu mengasyikkan. Berawal dari refleksi dalam diri...bahwa tubuh ini...