Perjalanan ini...pergumulan yang terjadi dalam setiap pengalaman yang ada..membuat saya banyak merasakan berbagai rasa yang berkecamuk dalam diri.....Ya..aku masih sadar kalau aku masih hidup..merasakan adalah hal yang harus mau tidak mau , suka gak suka...
Setelah sekian lama kutinggalkan hobi menulis puisiku..aku untuk kembali mencoba menulis blog yang baru saja kugeluti.. dulu sewaktu tugas pendidikan sempat kubuat blog untuk sekolah yang aku pimpin, namun setelah itu kutinggalkan seiring dengan berbagai kesibukan yang ada.
Berbicara tentang rasa, ada banyak rasa yang ada kita rasakan dalam hidup ini...berkaitan dengan rasa ini, dengan membaca ada banyak rasa yang berkecamuk dalam diri..aku termasuk orang yang menurutku up to date dengan berita-berita yang ada karena dengan itu aku bisa menemukan banyak hal terutama satu hal penting menjadi bahan doaku. Membaca berita dari yang tetek bengek sampai yang penting kubaca, selain itu juga membaca buku... buku apa saja kubaca...ga ada ruginya untuk membaca. Berkaitan dengan rasa...ada banyak rasa gembira ketika mengalami itu semua..ya walaupun ada rasa sedih jika melihat penderitaan sesama mulai dari kemiskinan, bullying, sakit, kecelakaan, ketidakadilan, perjuangan, perjuangan untuk mencari sesuap nasi dengan berbagai cara yang kreatif, bencana alam dll. Membuka mataku untuk selalu bersyukur di tengah itu semua...Tuhan sudah menikmatiku..tidak ada alasan untuk tidak selalu bersyukur. Kubuat list doa untuk arwah saudara2ku yang meninggal dan arwah2 yg blm siap untuk mati (kecelakaan, pembunuhan, aborsi dll dari mulai jalan raya Surabaya sampai Jakarta..dst)...list doa untuk yang lain dengan berbagai atensi..kutempel di depan meja doaku...
Kembali mengungkapkan rasa...akhir-akhir ini dengan banyaknya berita tentang covid-19, kenaikan jumlah pasien covid-mana..membuatku tersadar bahwa rasa tanggung jawab dan rasa saling menjaga satu sama lain mulai luntur. Kita yang nota bene 270 juta jiwa ini tak bisa diajak kompromi terkait dengan kesehatan. Bagi mereka yang penting aku bahagia dan senang...tanpa melihat realitas saudara-saudaranya yang berusaha menjaga kesehatan.
Berbicara kesehatan ada pepatah mengatakan kesehatan itu mahal harganya...namun itu mungkin bagi mereka yang abai..biasa2 saja..berlalu begitu saja..namun toh...realitanya rumah sakit penuh dimana-mana.... Tak bisa dipungkiri banyak orang yang merasa pandai berkata-kata nol dalam tindakan...selalu saja pemerintah yang disalahkan..tanpa berefleksi dalam diri sendiri.