CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU....... (PART 3) Novelku
Pandangan yang tidak biasa itu memandangku dengan tatapan aneh, namun tatapan itu penuh dengan senyum entahlah apa yang dipikirkannya. Pagi itu kami bersenda gurau tanpa ada sekat. Menertawakan diri sendiri dan orang lain tidak menjadi soal. Suasana pagi itu memang gayeng sambil menghabiskan makanan yang dihidangkan. Setelah usai jamuan makan, kamipun berpencar dengan tugas masing-masing. Aku bertugas untuk menghantarnya ke depan...sambil berjalan, melihat-lihat sekeliling, kami bercerita satu sama lain...sedikit perkenalan, karena dia orang baru yang bertugas disini.
Seperti biasa, aku melakukan tugasku...tiba-tiba dia sebut saja si S jalan-jalan lewat depan ruanganku, dan duduk saja di depanku sambil main HP. Aku yang sibuk sempat melihat langkah dan bayangannya lewat. Kucoba mengecek siapa yang lewat, ah ternyata si S. Sedang apa rupanya dia disini, pikirku. Kucoba menyapanya, "Pagi S, memang tidak ada kerjaan disitu?" , jawabnya, " He..hehehhe...Ada kok, sudah kukerjakan, aku hanya jalan-jalan orientasi tempat dan merenung sejenak, katanya". Jawabku, " Oh begitu...baiklah..hmm". Kubiarkan dia dengan keasyikannya, tapi pikirku modus kali tu orang...ah ada saja aneh.
Hari itu setelah selesai menyelesaikan tugasku, ada SMS masuk, "Nanti sore ngapain?"...ah ternyata dari S. Balasku, " Nanti aku sama temanku olga, memang kenapa?" Balasnya lagi, " Boleh ikut ga olga nya?". Kujawab, " Boleh silahkan...datanglah jam 4 sore, kumpul disini ya". "Baiklah" jawabnya senang. Sore itu aku memang janjian sama temanku untuk olga, sudah lama tidak olga dengan hobi yang sama. Setelah itu dia juga datang ikut olga sama kita.
Hari-hariku seperti biasa dengan segala kegiatanku bersama yang lain dan tiba-tiba dia membantuku tanpa diminta. Aku tidak berpikir macam-macam. Kubiarkan saja seperti adanya. Kadang aku juga minta tolong dia , membantuku untuk mengisi kegiatanku. Tapi terkadang juga kami jarang komunikasi. Suatu kali aku membantu temanku berjualan, dia datang sambil ngobrol dengan pembeli. Suatu kali aku harus mengirim sesuatu, dia juga yang mengantarku. Aku mau pulang dari kegiatan, dia bersedia mau antar. Pertemanan itu membuat kami semakin dekat, walaupun aku menganggap biasa karena jarak usianya yang selisih 5 tahun dariku. Melihat kekonyolannya dan terkadang tidak habis pikir dengan apa yang dilakukannya.
Setelah beberapa bulan berlalu, pagi itu ada SMS masuk, "Sepertinya aku harus omong samamu" . Ternyata dari S. Kubalas, " Memang ada apa, omong ya omong saja...". Komunikasi pagi itu membuatku berpikir, apa lagi yang harus kulakukan. Selama ini memang dia selalu menunjukkan gelagat aneh menurutku. Semua orang dan anak-anak muda senang dengan kehadiran S. Tapi dalam benakku saat ini aku mulai merunut apa yang dia lakukan padaku. Yang dia lakukan untukku ada udang dibalik batu rupanya. Ya, begitulah dia mengatakan bahwa selama ini ketika mengenalku pertama kali ada perasaan yang membuat hatinya berdebar. Perasaan yang belum pernah dia temukan selama ini. Kebersamaan dan komunikasi denganku membuatnya nyaman dan katanya aku terasa berbeda.
Hari itu dia mengatakan apa yang dia rasakan padaku. Kali ini aku jadi luluh begitu cepat. Heran juga apa yang terjadi padaku. Apakah karena bulan lahir kita sama, tanggal selisih 5 hari darinya dan tentunya bintangnya sama atau karena dia selalu ada ketika aku dalam kesulitan padahal aku tidak meminta atau memberitahunya. Lucunya dia selalu memantauku diam-diam. Saat itu dia pertama kali memberi aku boneka Teddy Bear coklat. Hari berganti hari, dia mulai aneh-aneh, komunikasi mulai tidak lancar, balas SMS selalu lama.
Hampir 6 bulan kami dekat dengan segala drama dan perang perasaan, tibalah hari itu datang. Si S harus pergi berpindah ke ibukota, aku tidak mau melihat perpisahan itu. Baginya juga tidak mau ada perpisahan dalam hidupnya tapi tidak ada pilihan. Aku tahu kalau dulu memang sudah punya pacar tapi sudah putus dan dia melanjutkan cita-citanya. Kali ini setelah kepergiannya, dan aku merasa komunikasi tidak lagi lancar , maka kuputuskan untuk mengakhirinya, awalnya dia kaget tidak mau, tapi karena LDR akhirnya dia pasrah. Namun kita masih berteman baik. Anehnya walaupun berteman, komunikasi lancar walaupun tidak selancar dulu. Namun setelah itu aku tidak berkontak lagi dengannya karena kesibukan masing-masing.
Sudah 4 tahun berlalu, aku mencoba untuk menyibukkan diri dengan tugasku. Sampai berita itu terdengar di telingaku. Tak ada berita apapun darinya langsung. Hingga suatu hari aku bisa berkontak dengannya. Dia menceritakan semua yang terjadi dan aku memakluminya. Komunikasi dengannya seperti biasa dibumbui dengan kekonyolan yang serba receh. Dia masih menghargai aku dan masih mau bercerita padaku. Berita yang kudengar mungkin bisa salah atau benar hanya Tuhan yang tahu. Aku tidak mau memusingkan dengan perkara-perkara yang bukan urusanku.
Komunikasi dengannya masih berjalan walaupun tidak seintens dulu. Tiba-tiba di bulan ultah kita yang sama, dia mengontakku, " Hai..mau hadiah ultah apa nih?" kubalas, " Ah tidak usah repot-repot sudah cukup". "Tidak apa-apa, mau kubelikan sepatu ya atau pakaian? " tanyanya lagi. Balasku,"Tidak usah, kamu memang mau memberi beneran?". Jawabnya, " Ya iyalah masa kamu tidak percaya sih...mau apa?". Balasku, " Baiklah kalau kamu memaksa, belikan buku cerita yang lucu atau yang inspiratif saja heheheh...kataku". Akhirnya setelah 3 hari berlalu, 3 buku sudah tiba dan kuterima. Aku bilang terima kasih padanya bahwa bukunya sudah kuterima. Komunikasipun terputus sejak itu.
Suatu ketika, aku ada waktu senggang untuk iseng telepon dia atau video call dia. Namun tidak diangkat. Kadang dibalas dengan kata maaf sibuk. Aku tidak mempermasalahkan karena aku iseng saja. Akhirnya aku bergelut kembali dengan kesibukanku. Tahun berganti tahun, tiba-tiba WA masuk di HP ku, " Aku mau kirim sesuatu untukmu ya". Dari S. Ku balas, " Apa lagi, sudah cukup...terima kasih tidak usah, kataku. Entahlah 3 hari kemudian paketan itu datang dari S. Begitulah walaupun punya kesibukan dia masih membuat kejutan-kejutan untukku.
9 tahun berlalu sejak kedekatan dan lanjut dengan pertemanan kita. Banyak hal yang membuat kita terkadang diskusi tentang banyak hal. Akhirnya suatu ketika dia mulai membuat pengakuan padaku. " Halo, kenalkan aku Mikhael tante..." WA yang masuk dengan foto seorang anak bersamanya. Kuliat dari S. Kubalas dengan sedikit bercanda, " Hai, lucu anak ini...keponakanmu ya?" balasku. Jawabnya, " Bukan, ini anakku...". Balasku kembali, " Ah yang bener, jangan bercanda ah...beneran anakmu? dengan nada kaget, heran. Balasnya, " Beneran..."....Akhirnya dia mulai menceritakan yang sebenarnya padaku. Selama ini dia takut untuk menceritakan ini padaku, takut kalau aku tidak mau berkomunikasi dan tidak mau lagi berteman dengannya. Kujawab, " Oh begitu ya...kalau itu keputusanmu dan membuat kamu bahagia kenapa tidak, aku tetap menjadi teman yang baik karena hidup seseorang tidak bergantung dari orang lain tetapi dari keputusannya dalam mencari kebahagiaan, tetapi mengapa saat itu kamu tidak menceritakan padaku yang sebenarnya sehingga aku tidak mengganggumu lagi". Balasnya, " Terima kasih ya, sudah mau mengerti...sekarang aku lega." Saat itu perasaanku berkecamuk, antara sedih dan bahagia.
Namun itulah hidup, ternyata selama itu S selalu menyalurkan hobinya dengan naik gunung loncat sana sini, pernah aku diajaknya, tapi selalu terbentur dengan waktu. Setelah itu dia mencari pekerjaan dan akhirnya mendapatkan pekerjaan yang cukup baik dan ada masa depan. Akhirnya dia menemukan istrinya secara tidak sengaja karena sama-sama orang yang mandiri dan independent. Istrinya yang beda suku dengannya setuju untuk membangun hidup bersama dengan umur yang bagi seorang perempuan sudah terlambat untuk menikah. Foto-foto pernikahannya diperlihatkan padaku dan anak yang lucu dan ganteng itu mirip sekali dengan wajahnya. Sejak saat itu komunikasi kita sebatas say hello saja, tanpa panjang lebar., terkadang juga dia menceritakan dan mengatakan padaku bahwa anaknya cukup satu dan terakhir karena sudah sepakat dengan istrinya.
Berbahagialah S...jalani hidupmu dengan setia dan bahagia ....doaku...
No comments:
Post a Comment