Monday, June 26, 2023

RENDEVOUS SENJAKU


Perjalanan mimpi seuntai rasa
Gaung terbang renda bergulir
Meski asa menatap hamparannya
Senjaku merayap lembut mengalir

Titik  sejarah terlihat beku
Mengais daun kering terjatuh
Hempasan riak membentur kaku
Serukan kisi derita tersentuh

Bayang sekilas siluet hitam
Putih selembut kapas merekah
Sayup derap langkah menghujam
Jiwa rapuh sendu menjelajah

Haus embun menetes riuh
Serbuk tertiup resah gulana
Iringi dawai seruni berpeluh
Rendevous sang Penyair sirna




CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU....(PART 3)

CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU....... (PART 3) Novelku 

        Pandangan yang tidak biasa itu memandangku dengan tatapan aneh, namun tatapan itu penuh dengan senyum entahlah apa yang dipikirkannya.  Pagi itu kami bersenda gurau tanpa ada sekat. Menertawakan diri sendiri dan orang lain tidak menjadi soal. Suasana pagi itu memang gayeng sambil menghabiskan makanan yang dihidangkan. Setelah usai jamuan makan, kamipun berpencar dengan tugas masing-masing. Aku bertugas untuk menghantarnya ke depan...sambil berjalan, melihat-lihat sekeliling, kami bercerita satu sama lain...sedikit perkenalan, karena dia orang baru yang bertugas disini. 

        Seperti biasa, aku melakukan tugasku...tiba-tiba dia sebut saja si S jalan-jalan lewat depan ruanganku, dan duduk saja di depanku sambil main HP. Aku yang sibuk sempat melihat langkah dan bayangannya lewat. Kucoba mengecek siapa yang lewat, ah ternyata si S. Sedang apa rupanya dia disini, pikirku. Kucoba menyapanya, "Pagi S, memang tidak ada kerjaan disitu?" , jawabnya, " He..hehehhe...Ada kok,  sudah kukerjakan, aku hanya jalan-jalan orientasi tempat dan merenung sejenak, katanya". Jawabku, " Oh begitu...baiklah..hmm". Kubiarkan dia dengan keasyikannya, tapi pikirku modus kali tu orang...ah ada saja aneh. 

      Hari itu setelah selesai menyelesaikan tugasku, ada SMS masuk, "Nanti sore ngapain?"...ah ternyata dari S. Balasku, " Nanti aku sama temanku olga, memang kenapa?" Balasnya lagi, " Boleh ikut ga olga nya?". Kujawab, " Boleh silahkan...datanglah jam 4 sore, kumpul disini ya". "Baiklah" jawabnya senang. Sore itu aku memang janjian sama temanku untuk olga, sudah lama tidak olga dengan hobi yang sama. Setelah itu dia juga datang ikut olga sama kita.

           Hari-hariku seperti biasa dengan segala kegiatanku bersama yang lain dan tiba-tiba dia membantuku tanpa diminta. Aku tidak berpikir macam-macam. Kubiarkan saja seperti adanya. Kadang aku juga minta tolong dia , membantuku  untuk mengisi kegiatanku. Tapi terkadang juga kami jarang komunikasi. Suatu kali aku membantu temanku berjualan, dia datang sambil ngobrol dengan pembeli. Suatu kali aku harus mengirim sesuatu, dia juga yang mengantarku. Aku mau pulang dari kegiatan, dia bersedia mau antar.  Pertemanan itu membuat kami semakin dekat, walaupun aku menganggap biasa karena jarak usianya yang selisih 5 tahun dariku. Melihat kekonyolannya dan terkadang tidak habis pikir dengan apa yang dilakukannya.

            Setelah beberapa bulan berlalu, pagi itu ada SMS masuk, "Sepertinya aku harus omong samamu" . Ternyata dari S. Kubalas, " Memang ada apa, omong ya omong saja...". Komunikasi pagi itu membuatku berpikir, apa lagi yang harus kulakukan. Selama ini memang dia selalu menunjukkan gelagat aneh menurutku. Semua orang dan anak-anak muda senang dengan kehadiran S. Tapi dalam benakku saat ini aku mulai merunut apa yang dia lakukan padaku. Yang dia lakukan untukku ada udang dibalik batu rupanya. Ya, begitulah dia mengatakan bahwa selama ini ketika mengenalku pertama kali ada perasaan yang membuat hatinya berdebar. Perasaan yang  belum pernah dia temukan selama ini. Kebersamaan dan komunikasi denganku membuatnya nyaman dan katanya aku terasa berbeda. 

            Hari itu dia mengatakan apa yang dia rasakan padaku. Kali ini aku jadi luluh begitu cepat. Heran juga apa yang terjadi padaku. Apakah karena bulan lahir kita sama, tanggal selisih 5 hari darinya dan tentunya bintangnya sama atau karena dia selalu ada ketika aku dalam kesulitan padahal aku tidak meminta atau memberitahunya. Lucunya dia selalu memantauku diam-diam. Saat itu dia pertama kali memberi aku boneka Teddy Bear coklat. Hari berganti hari, dia mulai aneh-aneh, komunikasi mulai tidak lancar, balas SMS selalu lama. 

          Hampir 6 bulan kami dekat dengan segala drama dan perang perasaan, tibalah hari itu datang. Si S harus pergi berpindah ke ibukota, aku tidak mau melihat perpisahan itu. Baginya juga tidak mau ada perpisahan dalam hidupnya tapi tidak ada pilihan. Aku tahu kalau dulu memang sudah punya pacar tapi sudah putus dan dia melanjutkan cita-citanya. Kali ini setelah kepergiannya, dan aku merasa komunikasi tidak lagi lancar , maka kuputuskan untuk mengakhirinya, awalnya dia kaget tidak mau, tapi karena LDR akhirnya dia pasrah. Namun kita masih berteman baik. Anehnya walaupun berteman, komunikasi lancar walaupun tidak selancar dulu. Namun setelah itu aku tidak berkontak lagi dengannya karena kesibukan masing-masing. 

        Sudah 4 tahun berlalu, aku mencoba untuk menyibukkan diri dengan tugasku. Sampai berita itu terdengar di telingaku. Tak ada berita apapun darinya langsung. Hingga suatu hari aku bisa berkontak dengannya. Dia menceritakan semua yang terjadi dan aku memakluminya. Komunikasi dengannya seperti biasa dibumbui dengan kekonyolan yang serba receh. Dia masih menghargai aku  dan masih mau bercerita padaku.  Berita yang kudengar mungkin bisa salah atau benar hanya Tuhan yang tahu. Aku tidak mau memusingkan dengan perkara-perkara yang bukan urusanku. 

         Komunikasi dengannya masih berjalan walaupun tidak seintens dulu. Tiba-tiba di bulan ultah kita yang sama, dia mengontakku, " Hai..mau hadiah ultah apa nih?" kubalas, " Ah tidak usah repot-repot sudah cukup". "Tidak apa-apa, mau kubelikan sepatu ya atau pakaian? " tanyanya lagi. Balasku,"Tidak usah, kamu memang mau memberi beneran?".  Jawabnya, " Ya iyalah masa kamu tidak percaya sih...mau apa?". Balasku, " Baiklah kalau kamu memaksa, belikan buku cerita yang lucu atau yang inspiratif saja heheheh...kataku". Akhirnya setelah 3 hari berlalu, 3 buku sudah tiba dan kuterima. Aku bilang terima kasih padanya bahwa bukunya sudah kuterima. Komunikasipun terputus sejak itu. 

            Suatu ketika, aku ada waktu senggang untuk iseng telepon dia atau video call dia. Namun tidak diangkat. Kadang dibalas dengan kata maaf sibuk. Aku tidak mempermasalahkan karena aku iseng saja. Akhirnya aku bergelut kembali dengan kesibukanku. Tahun berganti tahun, tiba-tiba WA masuk di HP ku, " Aku mau kirim sesuatu untukmu ya". Dari S. Ku balas, " Apa lagi, sudah cukup...terima kasih tidak usah, kataku. Entahlah 3 hari kemudian paketan itu datang dari S. Begitulah walaupun punya kesibukan dia masih membuat kejutan-kejutan untukku. 

            9 tahun berlalu sejak kedekatan dan lanjut dengan pertemanan kita. Banyak hal yang membuat kita terkadang diskusi tentang banyak hal. Akhirnya suatu ketika dia mulai membuat pengakuan padaku. " Halo, kenalkan aku  Mikhael tante..." WA yang masuk dengan foto seorang anak bersamanya. Kuliat dari S. Kubalas dengan sedikit bercanda, " Hai, lucu anak ini...keponakanmu ya?" balasku. Jawabnya, " Bukan, ini anakku...". Balasku kembali, " Ah yang bener, jangan bercanda ah...beneran anakmu? dengan nada kaget, heran. Balasnya, " Beneran..."....Akhirnya dia mulai menceritakan yang sebenarnya padaku. Selama ini dia takut untuk menceritakan ini padaku, takut kalau aku tidak mau berkomunikasi dan tidak mau lagi berteman dengannya. Kujawab, " Oh begitu ya...kalau itu keputusanmu dan membuat kamu bahagia kenapa tidak, aku tetap menjadi teman yang baik karena hidup seseorang tidak bergantung dari orang lain tetapi dari keputusannya dalam mencari kebahagiaan, tetapi mengapa saat itu kamu tidak menceritakan padaku yang sebenarnya sehingga aku tidak mengganggumu lagi". Balasnya, " Terima kasih ya, sudah mau mengerti...sekarang aku lega." Saat itu perasaanku berkecamuk, antara sedih dan bahagia. 

          Namun itulah hidup, ternyata selama itu S selalu menyalurkan hobinya dengan naik gunung loncat sana sini, pernah aku diajaknya, tapi selalu terbentur dengan waktu. Setelah itu dia mencari pekerjaan dan akhirnya mendapatkan pekerjaan yang cukup baik dan ada masa depan. Akhirnya dia menemukan istrinya secara tidak sengaja karena sama-sama orang yang mandiri dan independent. Istrinya yang beda suku dengannya setuju untuk membangun hidup bersama dengan umur yang bagi seorang perempuan sudah terlambat untuk menikah.  Foto-foto pernikahannya diperlihatkan padaku dan anak yang lucu dan ganteng itu mirip sekali dengan wajahnya. Sejak saat itu komunikasi kita sebatas say hello saja, tanpa panjang lebar., terkadang juga dia  menceritakan  dan mengatakan padaku bahwa anaknya cukup satu dan terakhir karena sudah sepakat dengan istrinya. 
Berbahagialah S...jalani hidupmu dengan setia dan bahagia ....doaku...  


        

 

CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU...(PART 4)

 CINTA ITU SEDERHANA, YANG RUMIT ITU...(PART 4) NOVELKU

TAK INGIN USAI  (Kesya L) 

BerdiriKu memutar waktuTeringatKamu yang dulu
Ada di sampingku setiap hariJadi sandaran ternyamanSaat ku lemah saat ku lelah
TersadarKu tinggal sendiriMerenungiSemua yang tak mungkin
Bisa ku putarkan kembali s'perti duluKu bahagia tapi semuanya hilang tanpa sebabKauhentikan semuanya
Terluka dan menangis tapi ku terimaSemua keputusan yang telah kau buatSatu yang harus kau tahuKu menanti kau tuk kembali
Jujur ku tak ingin engkau pergiTinggalkan semua usai di siniTak tertahan air mata iniMengingat semua yang t'lah terjadi
Ku tahu kau pun sama s'perti akuTak ingin cinta usai di siniTapi mungkin inilah jalannyaHarus berpisah 


        Setelah selesai berdoa, menunggu banyak orang untuk pulang, aku bertahan sebentar sebelum keluar gereja. Di luar gereja aku bertemu dan bersalam-salam dengan banyak orang. Tak luput dari pandanganku, aku ikut bersalaman dengannya. Aku melangkahkan kakiku menuju parkir, sambil melihat sekeliling, dia sempat melihatku. 

        Perjumpaan pertama itu kulupakan. Setelah beberapa hari berlalu, aku bertemu lagi dengannya. Sebut saja si U, kita omong-omong tentang asal dll. Ah ternyata sama-sama dari daerah yang sama. Akhirnya sejak itu kita sering berkomunikasi. Komunikasi sejauh say hello dan bisa dihitung dengan jari. Hari itu dia WA, "Yuk jalan-jalan.." Balasku, "Kemana memang?". Balasnya, " Beli tanaman ke atas.." Balasku, " Baiklah, nanti aku sama temanku ya". Jawabnya, "Ok". 

        Hari itu kami bertiga jalan-jalan mengantar dia beli tanaman sambil liat view yang segar dan hijau. Ah pemandangan yang indah dan bagus. Sebelum beli tanaman ternyata dia mengajak kita jalan-jalan ke candi dan foto-fotolah kami disana. Setelah itu kami melanjutkan beli tanaman.  Melihat suasana yang indah smabil menunggunya liat-liat tanaman, aku dan temanku mencoba masuk tempat wisata tapi tidak jadi karena harus membayar. Setalah selesai kami pulang. Dalam perjalanan dia menyuruh kami beli buah yang disuka di pasar pinggir jalan. Dia memberikan amplop angpao merah untuk membayar. Pikirku, " Percaya amat nih orang samaku". Setelah memilih-milih buah alpukat, kami pulang.  

       Sejak pertemuan itu, komunikasiku lancar sama dia. Setelah beberapa hari berlalu kita sama-sama sibuk dengan kesibukan masing-masing. Tiba-tiba WA masuk, " Yuk jalan-jalan, kan kamu belum pernah liat gereja ini kan?"  Balasku, " Iya memang, mau kesana?" . Balasnya, " Iya yuk...".  Setelah itu kami jalan-jalan lewat depan gereja itu dan berhenti sejenak. Tiba-tiba dia bilang," Aku mau omong"..Jawabku, "Ya omong saja susah amat.." Setelah itu dia bilang sesuatu, tapi aku mengabaikannya. Aku bilang harus jelas dunk. Setelah pulang , malamnya dia mengatakan lagi, aku bilang kalau belum jelas, omong kosong, abaikan. 

       Sejak hari itu dia tidak membahas pembicaraan lagi, tapi beberapa hari kemudian dia telepon dan VC. Dia mengatakan 3 kata ajaib, tapi aku merasa mungkin dia terpaksa mengatakan itu tapi kubiarkan saja. Hari-hari berlalu komunikasi dengannya lancar. Hari-hariku sering jalan dan kuliner sama dia karena kesibukan masing-masing. 

         Tahun berganti tahun, peristiwa demi peristiwa semua kulalui bersamanya. Antar jemput walaupun tidak sering tapi dia sangat membantuku dalam kesulitan dan semua kebutuhan yang kuperlukan.  Si U orangnya santai, tenang, tapi kalau lagi jengkel atau marah bisa nadanya tinggi. Kadang aku hanya diam dan malas menanggapinya. Sekalinya ngambek tidak dituruti, diam cuek seribu bahasa. Terkadang aku buat yang lucu-lucu supaya bisa tertawa dan mengembalikan moodnya. Tak terasa kita dekat hampir kurang lebih 5 tahun. 

         Suatu hari dia tidak bisa dihubungi, di telepon atau di WA tidak merespon, takutnya dia sakit. Memang untuk komunikasi dia kalau tidak mood tidak akan membalas. Silent treatment menjadi senjata andalannya dan sudah hapal. Kali ini sudah tidak bisa dihubungi dan menghilang begitu saja tanpa ada kata-kata. Akhirnya aku memutuskan untuk tidak mengganggunya lagi walaupun aku butuh penjelasan namun tidak akan pernah kudapatkan. Perasaanku otomatis campur aduk nano-nano. Tapi sudahlah semua sudah berlalu, walaupun kenangan bersamanya tak bisa kulupakan. Terima kasih untuk semuanya, semoga kamu bahagia. Semoga harapanku tidak akan bertemu kembali dengannya, tapi aku sudah memaafkannya.  

        

Tak Segampang itu (Anggi Marito)

Waktu demi waktuHari demi hariSadar ku t'lah sendiriKau t'lah pergi jauhTinggalkan dirikuTernyata ku rindu

Senyuman yang s'lalu membungkus hati yang terlukaDi depan merekaTuhan masih pantaskah ku ‘tuk bersamanyaKarna hati ini inginkannya
Tak segampang itu ku mencari penggantimuTak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimu cintaKau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamuMengapa kau memilih untuk berpisah
Terlalu besar kutaruh harapan pada dirimuItu alasanku lama tanpa dirimu Mereka yang bilang ku akan dapat lebih darimuTak mungkinSemua itu tak mudah 
Ku mencari penggantimuTak segampang itu ku menemukan sosok seperti dirimuOh cintaKau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamuMengapa kau memilih untuk berpisah
Ku mencari penggantimu Sosok seperti dirimu cintaKau tahu betapa besar cinta yang kutanamkan padamuMengapa kau memilih untuk berpisah

BERSAHABAT DENGAN DIRI

  BERSAHABAT DENGAN DIRI     Perjalanan menuju dalam diri ternyata sebegitu mengasyikkan. Berawal dari refleksi dalam diri...bahwa tubuh ini...