Jumat, 12 Mei 2023
Hari itu adalah hari dimana aku benar-benar tidak menyangka bahwa aku merasakan sebuah peristiwa yang tidak aku sangka-sangka. Setelah sekian lama aku berurusan dengan yang namanya pasien , hari itu aku harus menjadi pasien beneran...walaupun pengalaman pertama dirawat karena covid delta namun bagiku itu bukan sebagai pasien karena tidak perlu suntik sana sini pake infus dll.
Pengalaman jadi pasien harus diawali dengan drama kejatuhan pintu gerbang besi garasi yang biasanya dipake garasi mobil dokter di belakang klinik. Hari itu Pk. 16.00 WIB aku harus menjemput Suster tamu ku dari selesai dirawat covid di RSJ...setelah penjemputan beres..tibalah sampai rumah...pikirannku ya seperti biasa lewat gerbang rumah..ternyata aku harus lewat gerbang samping ...dan terjadilah peristiwa itu...setelah turun dari grab yang kutumpangi, Suster yg sakit masuk duluan, dan aku membawa barang bawaan yg banyak dengan tangan kanan, tangan kiriku menutup gerbang dan tiba-tiba roboh menimpaku..kekagetanku membuat aku reflek teriak dan mundur-mundur dan jatuh dengan pantat sebelah kanan lebih dulu. Setelah tertindih..susterku yg habis sakit covid itu menolongku mengangkat gerbang besi itu dengan teriak minta tolong pak Grab..akhirnya terdengar dan dibantu mengangkat gerbang itu memindahkan dari tubuhku. Dengan menahan sakit dan derai airmata aku bilang terima kasih pada pak Grab ...dan aku tidak perlu ditolong..biarkan saja...
Aku terduduk dengan sakit yg luar biasa...sepertinya kakiku tak bisa merasakan apa-apa..hanya aku merasa tidak ada yang patah...namun kali itu sakit yang luar biasa...derai airmata trs mengalir...semua berdatangan dan aku minta tidak usah ditolong..kuminta panggilkan ambulan..Ambulan datang dan mengarahkan kakiku, mengecek apakah kakiku ada yang patah...syukurlah aku tidak merasakan sakit ketika kakiku diangkat dengan bantuan mereka. akhirnya ambulan membawaku ke RSJ terdekat dari rumah.
Dalam perjalanan itu aku berdoa..Tuhan terima kasih kakiku tidak patah...terima kasih untuk pertolonganMu...walaupun harus menahan sedih dan sakit...kuajak bicara kakiku untuk sembuh..Kakiku sehat ya..walaupun saat ini kamu harus kesakitan....bertahanlah...kuajak kakiku bicara...karena selama ini aku selalu mengajak bicara tubuhku dari ujung rambut sampai kaki..baik organ dalam maupun organ luar dalam ritual mandiku. Terima kasih sama Tuhan sudah diberi sehat dan terima kasih sama tubuhku yang sudah bekerja keras dan sehat sampai hari ini.
Dan kali ini kaki sampai pantat harus kurasakan sakit yang luar biasa... dan aku harus bertahan..menerima semua peristiwa. Setelah sekian lama aku dikaruniai kesehatan yang baik Oleh Tuhan, bersyukur untuk CintaNya yg luar biasa. Mengapa aku harus menghindar dari cobaan-Nya..yang selalu kusakiti dengan perbuatan-perbuatanku yang melanggar cintaNya padaku.
Cerita peristiwa itu membuat banyak orang bertanya..kok bisa? bahan tertawaan karena pikirnya gerbang itu hanya kecil...namun itulah hidup..terkadang harus menertawakan diri sendiri...ditertawakan bagi mereka yang tidak bisa merasakan sakit dan musibah yang sama... untunglah dikaruniai mental yang kuat...sebagai dasar seorang perawat aku bersyukur menerima itu semua dan melewati segala proses pengobatan yang sudah diusahakan oleh pimpinanku dan para susterku. Aku merasa dicintai dengan keberadaan mereka yang siap membantu dan menemaniku dalam sakitku.
Selain dari pimpinan dan para susterku, peristiwa ini juga kuceritakan pada Ibu dan kakak2ku yang menjadi support system dan orang yang aku sayangi. Mereka menjadi hiburan dan pendukung ku dengan doa dan sapaan-sapaan yang menghiburku...Kebutuhan rohaniku (Misa, doa pribadi brevir, rosario, terima tubuh Kristus) terjaga dalam proses pemulihan dan proses pengobatanku.
Setelah 2 hari dirawat di RSJ dengan BPJS dengan hasil bahwa tidak ada patah tulang atau retak , atas anjuran pimpinanku aku harus pindah RS yang bisa memantau sakitku lebih detail. Berpindahlah aku ke RSPR Yogyakarta dengan segala observasinya yang detail...difotolah aku sekali lagi bagian yang sakit dan Puji Tuhan hasilnya tidak ada yang patah atau retak...selanjutnya harus diperiksa syarafnya. Setelah urusan administrasi yang cukup lama di IGD akhirnya aku masuk di ruang rawat inap dan ditangani dokter Syaraf dan dokter fisioterapi. Karena aku masuk hari Sabtu malam dan hari Minggu dokter tidak visit, malam itu aku menikmati ruangan rawat inap dalam kesendirian dengan bantuan perawat untuk mengurus aku. Selama 2 hari 3 malam tidak ada yang menemaniku karena para susterku jauh dan sakit. Aku pasrah selagi aku bisa mengurus diri sendiri, aku merenung biasanya aku selalu mengurus pasien sakit dan mengusahakan yang terbaik namun kali ini aku harus sendirian karena kondisi yang tidak memungkinkan. Sempat para perawat mungkin ngomel karena aku tidak ada yang jaga, wajah ogah-ogahan membantuku kumaklumi tapi aku berpikir " ini tugasmu juga" kenapa jadi malas-malasan membantu pasien...untunglah aku bersabar dengan senyuman dan selalu mengucapkan terima kasih atas bantuan mereka.
Hari ke 3 senin siang hari aku boleh ditemani adek Srku sampai hari Selasa pagi..dan berganti pimpinanku sampai hari Rabu siang. Selama hari-hari di RS..aku bisa merasakan tusukan demi tusukan jarum infus dan jarum obat..linunya obat-obatan yang masuk ..pemandangan ketika aku praktek dan mengurusi yang sakit-sakit kini harus kualami sendiri. Fisioterapi sudah kulakukan selama 2 hari dan membuatku untuk belajar jalan sendiri untuk urusan toileting walaupun dengan rasa sakit yang masih ada...aku harus cepat sembuh. Kunjungan dokter syarafku (Dr. Agus) dan dokter fisoterapiku (Dr.John) memberitahukan dignosaku bahwa hasil MRI ada syaraf tulang belakang L3-4, L4-5 terjadi trauma benturan grade 1..kata dokter masih ringan asala dilatih terus menerus dan harus hari-hati. Puji Tuhan kuucapkan ..Tuhan Yesus dan Bunda Maria masih melindungku dari hal-hal yang berat daripada itu. Hari-hariku kulalui dengan rasa syukur..kurasakan banyak yang mendoakan aku baik yang kukenal maupun tidak kukenal. Syukur juga aku boleh dikunjungi para susterku komunitas mliwis dan mbak Eko, dikunjungi saudaraku yang dari jogja (Mbak Anna dan Mbak Ayuk) yang selama ini jarang ketemu mungkin 1x dan berkabar-kabar ria. Ah Tuhan memang baik. Belum juga hiburan dari teman-temanku lewat telp maupun WA.
Rabu, 17 Mei 2023
Hari ini setelah fisioterapi, aku diperbolehkan pulang oleh dokter syarafku...setelah 5 hari berada di RSPR ini akhirnya aku harus pulang dengan kondisi sakit masih kurasakan..karena sebelumnya mungkin karena suntikan nyeri, kali ini tidak disuntik mulai sekujur tubuhku sakit semua, kaki kiri yang semula tidak sakit mulai sakit. Aku di antar dengan kursi roda menuju halaman IGD ditunggu Grab yang akan mengantar kami berdua ke Magelang. Setelah sampai rumah, mulailah drama kesakitan menjalar kembali..seluruh tubuhku sakit semua..seperti yang kurasakan ketika kena covid, aku menduga imunku lagi berperang dengan nyeriku...kualami sekali lagi..harus bersabar dengan proses.. puji Tuhan para susterku dan mbak Tini setia merawatku...
Kamis, 18 Mei - Minggu, 21 Mei 2023
Kualami penyertaan Tuhan dengan berangsur rasa nyeriku berkurang. Kuserukan Alangkah BaikNya Tuhan Yang Mahabaik, kebutuhan rohani dan jasmaniku terjaga dengan baik demi proses penyembuhanku, sapaan teman-temanku dan kunjungan prodiakon yang tiba-tiba juga memberiku semangat untuk sembuh. Aku mulai mandiri untuk berjalan walaupun dibantu dengan walker, rasa njarem dan nyeri masih sedikit-sedikit kurasakan namun rasa sakit seluruh tubuh sudah hilang, ku bersyukur berproses untuk mandiri kembali. Kebaikan Tuhan lewat para susterku dikomunitas dan adik-adik aspiran serta Mbak Tini yang merawatku dengan sabar dan sukacita membuat aku semakin bersyukur dan bersukacita untuk berjuang sembuh dan orang yang kusayang tentunya selalu hadir mewarnai hari-hariku.
Terima kasih Tuhan untuk rasa sakit ini..kurasakan menjadi pasien dan menjadikan aku untuk bisa berempati dan bersimpati pada mereka yang sakit untuk bekal bagi mereka yang akan kurawat dan kuperhatikan dalam proses sakit dan penderitaannya.
Selain itu dengan adanya peristiwa ini segala rencanaku sebagai koordinator promosi panggilan tidak bisa ikut kegiatan yang kurencanakan. Puji Tuhan banyak yang membantu kegiatan ini yaitu Outbond Panggilan di Seminari Mertoyudan yang hari ini dilaksanakan. Syukurlah adik-adik Susterku dan ibu-ibu, bapak yang menghandle semuanya sehingga kegiatan hari ini dapat terlaksana. Tuhan Maha Baik.
Kesanggupan untuk bersabar dan bertahan dalam pikiran yang positif merupakan dasar dari loncatan-loncatan kita selanjutnya. Kita bisa mengeluh mawar memiliki duri atau bersukacita karena duri memiliki mawar. Segera setelah kita menggantikan pikiran-pikiran negatif dengan yang positif, kita akan mulai mendapatkan hasil yang positif. Bersyukur atas apapun yang terjadi di hidupmu, itu semua pengalaman. Makin kita memberi makan pikiranmu dengan pikiran-pikiran positif, makin kita dapat menarik hal-hal hebat ke dalam hidup kita. Sikap positif mungkin tidak bisa menyelesaikan semua masalah, tapi bisa membuat penyelesaian masalah menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan. Setiap musibah yang menimpa kita, ingatlah untuk bercermin dan bertanya tentang daya apa yang bisa kita upayakan guna menarik pelajaran positif dari kejadian itu. Hidup itu bukan mengenai seberapa berat masalah yang datang menghampiri kita, namun mengenai seberapa positif kita mampu merespons segala permasalahan tersebut.
Depan kamarku, 21 Mei 2023 pk. 12.23 WIB
No comments:
Post a Comment