Friday, May 20, 2022

Belajar

  • Kata belajar merupakan kata yang banyak dipakai berbagai situasi dan kondisi apapun selama kita masih hidup di dunia ini. Kata ini sangat berarti dalam setiap pengalaman dari kita yang mau menggeluti suatu keahlian, pengetahuan, cara berpikir, cara berpendapat, cara memahami masalah dan menemukan solusi yang terbaik.
  • Saya mengamini bahwa setiap manusia yang masih bernafas di dunia  ini bahkan dari bayi lahir sudah melakukan kata ini. Pernahkan terbesit dalam cara berpikir kita kalau Tuhan juga belajar. Belajar menciptakan manusia perempuan dan laki-laki. Bagaimana menciptakan seorang perempuan dan seorang laki-laki supaya berbeda dan kelak akan bersatu menjadi pasangan dan menghasilkan keturunan yang berkembang biak dan memenuhi bumi yang kita pijak ini.  
  • Begitupula kita yang diciptakan oleh-Nya. Manusia yang diciptakan sesuai dengan gambar-Nya, secitra dengan Allah. Bayangkan bukankah kita tercipta sangat luhur untuk seorang manusia. Manusia yang seharusnya mempunyai sikap dan sifat "Allah". Namun ternyata ciptaan Tuhan di dunia ini sangat kompleks untuk di ceritakan. 
  • Kembali lagi dengan kata belajar ini, sebagai manusia pembelajar terus menerus menciptakan sesuatu yang berguna bagi sesama manusia, digunakan bersama  dan dinikmati bersama. Manusia pembelajar tak akan pernah berhenti untuk belajar entah hal kecil atau hal yang sangat penting dan prioritas bagi diri dan hidupnya. Manusia belajar dari yang dilihat, dirasakan, dipikirkan dan dilakukan.   
  • Pengalaman saya dalam belajar menjadi sebuah refleksi buat saya untuk menyadari bahwa saya masih diberi kesempatan oleh Tuhan untuk mengembangkan 3 daya jiwa yaitu hati, budi dan pikiran.
  • Saya bersyukur dapat belajar formal tentang dunia perbankan keuangan, dunia pendidikan dan dunia kesehatan.  Saya bisa memahami bahwa belajar butuh proses tidak sekali jadi. Seperti bayi yang belum tahu apa-apa menjadi tahu apa-apa dan mengerti. Semakin tahu, semakin memahami dan mengerti sebuah kebenaran, semakin terasah otak , cara berpikir dan mengatasi sebuah masalah dan menemukan solusi. 
  • Belajar berproses ternyata membuat saya semangat untuk mengetahui apapun yang belum saya ketahui. Rasa ingin tahu tentang apapun menjadi kesempatan buat saya untuk mengembangkan 3 daya jiwa tersebut.
  • Saya terbuka untuk mencoba hal yang baru walaupun dalam perjalanan terkadang bahkan sering kalau sudah belajar tentang ini itu bosan. Saya seperti anak kecil merasa penasaran dengan mainan baru namun setelah lama bermain dengan mainan tersebut menjadi bosan. Disinilah timbul masalah dimana kebosanan saya ini membuat saya tidak bisa konsisten dalam mempelajari sesuatu. Saya senang membuat puisi, kalimat dan kata-kata bijak untuk konsumsi saya sendiri tetapi tidak konsisten. Semua hanya mencoba tanpa berusaha untuk menggeluti hobi saya tersebut. 
  • Dalam belajar formal saya berusaha untuk belajar sungguh-sungguh. Saya berusaha untuk bertanggung jawab dengan tugas yang diberikan. Begitu pula dengan tugas yang dipercayakan kepada saya. Semaksimal mungkin saya mengerjakan dengan kesungguhan hati dan beres. Walaupun saya belajar tentang hal baru sama sekali saya mencoba tidak malu untuk bertanya sana sini, bertanya yang lebih senior, bahkan kepada yunior untuk menjadi bisa. Saya bersyukur bahwa saya bisa belajar dengan apa saja, media apapun dan siapa saja, bahkan belajar dari anak kecil, anak SMP kalau itu bermanfaat kenapa tidak. Setidaknya saya mencoba dan bisa. Saya senang mendengarkan cerita, pengalaman orang lain. Setidaknya cerita-cerita mereka dapat saya ambil inti sarinya, mengambil dan memandang secara positif.  
  • Sebagai manusia pembelajar, kita tak lepas dari kesulitan, tantangan dan godaan bahkan penderitaan. Rela berkorban, berani ambil resiko dan pantang menyerah. Godaan dari diri adalah malas. Kalau sudah kambuh rasa malas, saya bisa menunda-nunda pekerjaan. Namun ujung-ujungnya bisa saya kerjakan dalam semalam selesai. Begitulah kesembronoan yang terkadang menghambat  diri untuk bisa mengerjakan pekerjaan yang lain. 
  • Dalam hal lain saya bisa belajar untuk mengerjakan jauh-jauh hari mempersiapkan sebelum deadline. Begitulah saya bisa fleksibel dalam mengerjakan apapun, bisa mengerjakan 3-5 pekerjaan secara bersamaan. 
  • Manusia pembelajar tidak akan pernah puas dengan belajar 1 ilmu, kita akan terus menerus untuk belajar dan belajar. 

No comments:

Post a Comment

BERSAHABAT DENGAN DIRI

  BERSAHABAT DENGAN DIRI     Perjalanan menuju dalam diri ternyata sebegitu mengasyikkan. Berawal dari refleksi dalam diri...bahwa tubuh ini...